Setahun Pendampingan Halal, UMKM Malang Raya Binaan Bakorwil III Tunjukkan Hasil Gemilang

MALANG RAYA – INDOSUARANEWS , Ekosistem kuliner di Malang Raya terus menunjukkan geliat positif. Memasuki tahun 2026, kemunculan logo halal resmi di berbagai produk olahan lokal menjadi pemandangan yang semakin lazim dan menenangkan bagi para konsumen.

Fenomena ini bukan terjadi begitu saja—ada kerja sunyi namun berdampak besar yang telah berlangsung sejak tahun lalu.Pada pertengahan 2025, Bakorwil III Malang melalui EJSC Bakorwil Malang menginisiasi program Fasilitasi Gratis Pendampingan Sertifikasi Halal Batch 2 yang digelar pada 24 Juni 2025 di ruang Command Center EJSC.

Puluhan UMKM dari berbagai sektor kuliner hadir untuk memperoleh pendampingan intensif yang diberikan secara gratis.Inisiatif ini sejalan dengan visi Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, yang selaras dengan program Jatim Kerja dalam Nawa Bhakti Satya, arah pembangunan yang dicanangkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

“Malang dikenal sebagai kota kuliner. Karena itu, kehalalan makanan dan minuman menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat mayoritas konsumennya adalah muslim,” tegas Asep dalam sambutannya saat membuka program tersebut.Ia menekankan bahwa sertifikasi halal bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi sebuah tiket untuk memperluas pasar, dari lokal menuju tingkat nasional.

Untuk memperkuat pelaksanaan, Bakorwil III Malang menggandeng LDPM Jawa Timur, dengan Koordinator Pendamping Halal Mustika Siwi sebagai mitra teknis. Program ini kemudian terus berlanjut dalam tiga batch pelaksanaan.

“Total sudah ada tiga batch program sertifikasi halal ini. Kolaborasi antara Bakorwil III Malang dan LDPM ini diinisiasi oleh EJSC sebagai bagian dari program kreatif prioritas Provinsi Jatim,” ungkap Advisor EJSC Bakorwil III Malang, Andhi Prasetyo, pada Minggu (12/4/2026).

Hasilnya, tidak kurang dari 100 UMKM se-Malang Raya berhasil tersertifikasi halal melalui pendampingan intensif tersebut. Mulai dari produsen jajanan rumahan, kedai kuliner, hingga usaha olahan pangan rumahan kini telah memiliki legalitas halal resmi dari BPJPH RI.

Salah satu peserta program, Wanti Natalena, pemilik Pastel Ngeprul dan Tahu Walik Krenyess di kawasan Pandanwangi, Kota Malang, mengungkapkan rasa syukurnya setelah produk-produk miliknya resmi dinyatakan halal.

“Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin. Pastel Ngeprul dan Tahu Walik Krenyess resmi dinyatakan HALAL oleh BPJPH RI. Terima kasih EJSC Malang, Bakorwil Malang, MJC Jatim, dan LDPM Jatim atas fasilitasinya,” tulisnya di akun Instagram, sambil mengunggah sertifikat halal bernomor ID35410023781440725.Kini, hampir setahun sejak program dijalankan, dampaknya terasa nyata.

Produk UMKM yang telah bersertifikat halal lebih percaya diri menembus pusat perbelanjaan modern, menjalin kemitraan baru, hingga bersaing di platform e-commerce nasional.Kesuksesan ini menunjukkan bahwa ketika fasilitas pemerintah diberikan dengan pendampingan yang tepat, hasilnya bukan sekadar angka di laporan, tetapi perubahan nyata pada daya saing para pelaku usaha.

Malang Raya kini bergerak menuju ekosistem kuliner halal yang inklusif, kuat, dan siap bersaing secara global—berawal dari ruang kecil di EJSC Bakorwil Malang, yang kini memicu efek domino bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.Sertifikasi halal bukan lagi beban administratif—melainkan identitas baru yang membuka pintu peluang. UMKM Malang Raya pun kini semakin mantap menapaki pasar yang lebih luas.

Editor : Bayu NR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *