Progres Sekolah Rakyat di Jatim: Surabaya Tuai Pujian, Nganjuk Jadi Catatan Menteri PU

Surabaya — INDOSUARANEWS , Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung pembangunan sekolah rakyat di sejumlah wilayah Jawa Timur, Minggu (12/4/2026).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kawasan Kedung Cowek, Kota Surabaya.Dalam keterangannya, Dody menyebut progres pembangunan sekolah rakyat di Surabaya tergolong sangat baik.

Ia mengapresiasi capaian pembangunan yang telah menyentuh angka sekitar 45 persen dan optimistis proyek tersebut dapat rampung sesuai target pada Juni 2026.

“Yang saya lihat ini sudah top. Progres di Surabaya bagus,” ujarnya.Sekolah rakyat di Kedung Cowek dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota Surabaya seluas 6,2 hektare. Dengan perkembangan yang dinilai positif, proyek tersebut diharapkan segera memasuki tahap penyelesaian akhir dalam waktu dekat.

Namun demikian, Dody juga menyoroti progres pembangunan di daerah lain yang dinilai belum merata. Di Kabupaten Nganjuk, misalnya, pembangunan masih berada di kisaran 15 persen, jauh tertinggal dibandingkan daerah lain.

“Nganjuk sangat-sangat tertinggal. Masih sekitar 15 persen,” tegasnya.Ia menilai keterlambatan tersebut tidak diimbangi dengan upaya percepatan yang memadai. Penambahan tenaga kerja dinilai masih jauh dari kebutuhan. Menurutnya, proyek di Nganjuk seharusnya menambah hingga 600–700 pekerja untuk mengejar target, namun realisasinya hanya sekitar 100 orang.

“Harusnya nambah ratusan tenaga, bukan cuma 100 orang. Bagaimana bisa mengejar target,” katanya.Sementara itu, untuk wilayah seperti Kabupaten Jombang dan Kabupaten Sampang, progres pembangunan berada di kisaran 30 hingga hampir 40 persen.

Meski sedikit tertinggal, Dody menilai capaian tersebut masih dalam kategori baik, terlebih karena proyek di daerah tersebut memiliki luas lahan yang lebih besar, mencapai sekitar 8 hektare.

Secara keseluruhan, ia menilai progres pembangunan sekolah rakyat di berbagai daerah masih cukup positif, namun tetap membutuhkan penguatan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksana proyek agar target dapat tercapai tepat waktu.Dody menegaskan bahwa program sekolah rakyat merupakan prioritas pemerintah yang tidak boleh dianggap remeh.

Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.“Ini program prioritas Presiden untuk menghapus kemiskinan ekstrem, jangan main-main,” tegasnya.

Sesuai rencana, pembangunan fisik sekolah rakyat di seluruh Indonesia ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, dilanjutkan tahap penyelesaian akhir hingga 30 Juni. Selanjutnya, kegiatan belajar mengajar dijadwalkan mulai pada 1 Juli 2026. ( Red/Ko )

Editor : Bayu NR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *