Trenggalek – INDOSUARANEWS
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek, kini berpeluang untuk diperluas dengan menyasar kelompok lanjut usia (lansia).
Satuan Tugas (Satgas) MBG Trenggalek menyatakan kesiapan penuh untuk menambah sasaran, namun pelaksanaan perlu menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat.Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menjelaskan bahwa dari sisi pendataan, tidak akan ada kendala apabila lansia ditambahkan sebagai penerima manfaat baru.
Satgas dapat mengacu pada berbagai sumber data, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Dinas Kesehatan, hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.Meski data untuk kelompok lansia sudah tersedia, hingga kini belum ada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menyasar lansia.
Hal ini disebabkan belum adanya petunjuk teknis resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program ini.”Program MBG di Trenggalek saat ini masih memprioritaskan ibu hamil, anak sekolah, ibu menyusui, dan balita.
Untuk lansia, kami masih menunggu arahan resmi terkait waktu pelaksanaan,” kata Saeroni.Dalam hal infrastruktur, Satgas MBG mencatat sudah ada 62 titik SPPG yang terdaftar, dengan 53 dapur sudah beroperasi. Target akhir Kabupaten Trenggalek adalah memiliki 80 dapur agar seluruh wilayah dapat terlayani dengan optimal.
Dengan lebih banyak dapur, beban layanan di setiap SPPG dapat berkurang. Saat ini, satu dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat.Saat ini, total penerima manfaat MBG di Trenggalek mencapai sekitar 174.000 orang, dan jumlah tersebut berpotensi meningkat signifikan jika lansia resmi ditetapkan sebagai sasaran program oleh pemerintah pusat.
Sebelumnya, Kementerian Sosial bersama Badan Gizi Nasional telah menyepakati untuk memberikan intervensi kepada kelompok rentan, terutama lansia yang berusia di atas 75 tahun dan hidup sendiri, serta penyandang disabilitas.
Dalam skema ini, BGN bertanggung jawab atas penyediaan makanan dan anggaran, sementara Kemensos akan menyiapkan pendamping dan mekanisme distribusi untuk memastikan bantuan sampai langsung ke rumah penerima.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi lansia yang selama ini mungkin belum terjangkau oleh program pemenuhan gizi.
Sumber : KBR Trenggalek
Editor : Bayu NR











