TULUNGAGUNG – Indosuaranews ,Sekitar jam tiga sore bumi perkemahan jurang senggani sendang sudah mulai berkabut, semetara para penghobi motor klasik dari luar kota terus berdatangan.
Mulai dari kota kota dijawa timur hingga jawa barat. Bertepatan tulungagung di tunjuk sebagai panitia pengukuhan terbentuknya komunitas Honda XL 125 (17-18/1/2026).Perwakilan dari sekitar empat ratus peserta melakukan seremoni memotong tumpeng sebagai simbolik, yang didoakan oleh tetua orang kapung setempat.
diterus kan dengan pembagian dor prise dan elektunan hingga jam 10 malam. Banyak peserta dari luar kota yang terkesan oleh keindahan alam jurang senggani. Tenda tenda berjajar untuk peristirahatan para peserta dari luar kota.

Diantara pohon pohon pinus yang menjulang, bumi pekemahan sendang merupakan benteng hutan penjaga ekosistem terakhir. Udaranya yang sejuk menjadi tepat tujuan wisata yang murah tapi mengesankan. Selain sebagai desa wisata. Jurang senggani juga sebagai salah satu jalur pendakian menuju gunung wilis.
Karena peminat mountanering begitu banyak, pemerintah desa juga merespon untuk memperbaiki infrastruktu agar akses menuju jurang senganiagi terasa mudah dan nyamanBanyaknya even di bumi perkemahan juga bedampak positif pada para pelaku ekonomi mikro.
Dinamika ini mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga ekosistem, bisa dari peduli sampah, menjaga kebersihan lingkungan, maupun larangan penebangan ranting pohon yang serampangan.agar alamnya tetap lestari.paginya acara dilanjutkan dengan senam kebugaran dan pembagian hadiah, Hingga sarapan pangi.
Para pesrta merasa puas dengan kinerja panitia dengan alam yang mengesankan.Selain berkomunitas, dinamika otomotif biasanya mutualisme artinya banyak saling bertransaksi di dunia per modifikasi mesin maupun custom di body motor. Terjadi dinamika ekonomi yang menjajikan.(Tohari)











