Trenggalek – INDOSUARANEWS ,09 Februari 2026 – Ketua Progib DPC Trenggalek, Budiono, mengunjungi SD Permata Umat untuk menyampaikan keprihatinannya terkait pemutusan sepihak terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya dikelola oleh SPPG Kaniran.
Pemutusan program tersebut dilakukan oleh pihak sekolah yang dioperasikan oleh Yayasan Lumbung Boga Sakti pada akhir Januari 2026.Menurut Budiono, keputusan pihak sekolah untuk menghentikan program MBG sangat disayangkan, mengingat program tersebut telah berjalan selama lima bulan dan memberikan manfaat signifikan bagi siswa.
“Pihak sekolah mengklaim bahwa pemutusan program ini disebabkan oleh adanya 500 siswa yang mengalami diare. Namun, faktanya hanya 7 siswa yang terkonfirmasi terkena diare. Kami merasa keputusan ini terlalu terburu-buru dan tidak berdasarkan informasi yang akurat,” ungkap Budiono.
Budiono juga menyesalkan pemutusan sepihak yang dilakukan oleh sekolah tanpa ada koordinasi yang jelas dengan pihak SPPG Kaniran. Menurutnya, SPPG Kaniran telah bekerja sama dengan sekolah untuk menyalurkan makan bergizi gratis yang dinikmati oleh siswa.
“Pemutusan ini tentu sangat merugikan karena tidak hanya membingungkan pihak SPPG, tapi juga merugikan siswa yang mendapatkan manfaat dari program tersebut,” lanjut Budiono.Saat mengunjungi sekolah, Budiono tidak dapat bertemu langsung dengan Kepala Sekolah.
Ia hanya bisa berbicara dengan Bu Ulfa, Guru Kelas 2 SD Permata Umat, yang menjelaskan bahwa saat ini sekolah hanya menjalankan program makan siang seperti yang dilakukan sebelum adanya program MBG.
Biaya program makan siang tersebut, kata Bu Ulfa, dimasukkan dalam biaya SPP.Budiono sempat bertanya kepada Bu Ulfa terkait adanya potongan biaya SPP selama berlangsungnya program MBG.
“Kami sempat curiga, apakah pemutusan program ini terkait dengan upaya sekolah untuk mempertahankan program makan siang yang sebelumnya sudah dimasukkan dalam biaya SPP,” jelas Budiono.
Dari hasil percakapan tersebut, Budiono menduga bahwa pihak sekolah masih ingin mempertahankan program makan siang yang dimasukkan dalam biaya SPP, meskipun dengan memutuskan program MBG yang sudah berjalan sebelumnya.
Ia berharap pihak sekolah dapat mempertimbangkan kembali keputusan ini demi kesejahteraan siswa dan transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan.Sebagai langkah selanjutnya, Budiono berencana untuk melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui alasan di balik pemutusan sepihak ini dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat, terutama untuk siswa yang menjadi pihak paling terdampak.Bersambung…
Red : Budiono
Editor : Bayu NR











