Kediri – Indosuaranews.my.id Setiap Peradaban Pasti meninggalkan jejak meskipun tidak sepenuhnya utuh tapi tetap ada jejaknya, kadang tinggal setengahnya dari bangunan peninggalan, kadang tinggal sisa sisa dan bongkahan bangunan.
Selain bukti bangunan ada pula bukti prasasti dan bukti tertulis seperti kepustakaan.Di daerah daerah banyak benda purbakala yang berserakan tanpa keterangan karena memang tidak terdata semua atau tercatat oleh adminitrasi keperpurbakalan.
Biasanya benda benda peninggalan yang kecil kecil berbentuk potongan patung, potongan batu lingga atau sekedar batu joli.Dari sisa benda purbakala pasti ada cerita yang terkait dengan zaman dan paradaban saat itu. Ada sisi edukasi yang bila di pazel kan akan menjadi cerita sejarah.
Meskipun tidak utuh, setidalnya melengkapi.Masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap situs atau benda purbakala. Padahal situs merupakan pijakan sejarah kita, pijkan peradapan kita.
Ketidak pedulian masyarakat terhadap sejarahnya berakibat distorsi pemahaman pada jatidiri kedaerahan dan sejarah geopolitik.klasifikasi benda purbakala diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang membagi peninggalan sejarah menjadi tiga kategori.Benda.
Mencakup tiga jenis utama berdasarkan definisi hukum dan arkeologi Indonesia. Objek kecil seperti prasasti, arca, atau peralatan yang dapat dipindah, berusia minimal 50 tahun dan bernilai sejarah.Bangunan. Struktur tetap seperti candi, makam, atau benteng yang dibangun dengan fungsi ritual, kerajaan, atau pertahanan.
Situs. Kawasan dengan banyak temuan tersebar, seperti pemukiman kuno atau area ritual. Situs. Daerah luas dengan peninggalan tersebar seperti tembok reruntuhan, gerabah, atau pondasi; contoh Situs Trowulan.
Batasannya adalah area dengan bukti aktivitas manusia masa lalu, tidak harus utuh.Candi. Masuk katagori bangunan spesifik berbentuk piramida berundak untuk pemujaan dewa atau raja, biasanya batu atau bata, dengan elemen seperti kaki, tubuh, dan atap; contoh Candi Borobudur atau Prambanan.
Candi adalah subset situs jika berada dalam kompleks lebih besar, tapi berdiri sendiri sebagai bangunan ikonik Perbedaan Situs Sejarah dan Candi situs sejarah. sama-sama benda purbakala, tapi dibedakan oleh skala, fungsi, dan kelengkapan fisik.(Tohari)










