Budaya  

Kekompakan Juru Pelihara Situs Cagar Budaya di Tulungagung Membuahkan Hasil

Tulungagung – INDOSUARANEWS ,8 Desember 2025 – Hingga menjelang sore, para jupel (juru pelaksana) masih kerja bakti membersihkan jalan dan merapikan halaman sekitar lokasi situs Cagar Budaya.

Mereka berinisiatif untuk mengagendakan kerja bakti bergiliran dari situs ke situs lainnya di seluruh Tulungagung. Seluruh anggaran kerja bakti ini merupakan swadaya dari para jupel. Dengan ikhlas, mereka mempercantik halaman di situs Coguru Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, pada Senin (8/12/2025).Tulungagung memiliki banyak peninggalan situs bersejarah.

Sebelum dikenal dengan nama Tulungagung, wilayah ini dikenal dengan nama Ngrowo, yang merupakan daerah aktif dalam dinamika geopolitik. Dari berbagai era kerajaan, mulai dari Mataram Hindu hingga Mataram Islam, banyak peninggalan bersejarah, baik prasasti maupun tempat pendarmaan, yang patut dihormati sebagai bagian dari sejarah berdirinya Indonesia. Negara pun turut hadir dengan mengesahkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya untuk melindungi benda purbakala tersebut.Mas Andi, jupel Candi Dadi, sebagai inisiator kerja bakti situs, mendorong dan menyemangati para jupel untuk ikhlas saat membersihkan, menata jalan, dan merespon lingkungan sekitar situs agar tampak indah dan asri.

Hal ini merupakan upaya melestarikan cagar budaya yang ada.Masing-masing situs bersejarah memiliki fungsi sebagai tempat peribadatan maupun spiritual. Banyak pelaku yang datang, baik dari luar Jawa maupun lokal. Pemeluk Hindu Bali yang mendatangi Candi Gayatri, Candi Sanggrahan, dan Candi Dadi semakin banyak jumlahnya.Dengan dibukanya wisata spiritual, masing-masing situs diposisikan sebagai tempat suci.

Istilah yang digunakan adalah “ADA PATIRTAN ADA PAMUJAN.” Kelengkapan prasarana yang memadai dan nyaman akan menjadi daya tarik bagi pelaku spiritual yang berkunjung.Di berbagai tempat yang digunakan untuk kegiatan sakramen, memang tidak boleh diperlakukan sembarangan. Misalnya, di sekitar bangunan pendarmaan, tidak boleh ada yang buang air sembarangan.

Oleh karena itu, penting untuk menyediakan fasilitas MCK, seperti yang sudah tersedia di Candi Gayatri dan Candi Sanggrahan.Masih banyak situs-situs di Tulungagung yang belum dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu, untuk melestarikan ikon wisata spiritual, perlu upaya untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi para pelaku spiritual yang menjalankan ritual.Perlu adanya komunikasi antara jupel, masyarakat setempat, dan kepala desa agar seluruh struktur masyarakat turut peduli dan melestarikan peninggalan peradaban masa lalu ini.

Red : Tohari

Editor : Bayu NR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *